Diacara tersebut di hadiri ketua Dewan Pimpinan Cabang Fast Respon Indonesia Center DPC FRIC kabupaten Lebak A.Sutisna,serta di hadiri ketua korwil Badan Gizi Nasional ( BGN) kabupaten Lebak Asep Royani,Achmad Tajudin sebagai mitra SPPG ,kepala desa,Tokoh Masyarakat,Rt/Rw,BPD dan Forkopimcam Rangkasbitung beserta jajarannya .
Dalam sambutannya camat Rangkasbitung menegaskan program yang di usung pak presiden Pak Prabowo sangat bagus dan baik dapat meningkatkan nilai gizi peserta makanan dan meringankan beban masyarakat untuk mencapai Indonesia emas tahun 2045.


Polsek Rangkasbitung melaui kasub intel Polsek Rangkasbitung mengatakan " Jaga ketertiban dan keamanan serta kadar makanan jangan sampai ada pengurangan serta menjaga kualitas agar program ini baik dan bisa sukses,ungkapnya didalam sambutan.
Sedangkan kades Pasirtanjung Nana dalam sambutannya"saya menyambut baik adanya SPPG didesa Pasirtanjung serta saya bangga dengan fasilitas dan tempat yang bagus dan sehat , semoga program ini berjalan lancar serta semua relasi dan stacholder saling sinergi demi tercapai suksesnya program SPPG ini,tegasnya .
Beberapa sambutan yang lain juga bertujuan sama seperti dari TNI/Koramil dan kepala SPPG itu sendiri semua berharap berjalan lancar serta bersinergi agar program MBG ini berjalan aman dan sukses.
Menanggapi hal tersebut ketua Dewan Pimpinan Cabang Fast Respon Indonesia Center kabupaten Lebak saat di temui di acara tersebut mengatakan kepada awak media"Kami akan kawal program pak Presiden Prabowo ini supaya sukses , karena menurut kami program ini bagus dan sangat membantu meningkatkan taraf gizi anak bangsa khususnya anak sekolah bumil dan balita,ungkapnya.
Kami berharap program ini jangan fokus hanya di manfaatkan untuk usaha mencari keuntungan saja ,tapi lebih utama manfaatkan untuk meningkatkan gizi masyarakat demi tercapainya Indonesia emas tahun 2045,tegasnya.
A.Sutisna menambahkan,FRIC kabupaten Lebak salah satu fungsi sebagai alat kontrol sosial tidak akan segan-segan akan melaporkan ke pihak APH, apabila ada unsur kesengajaan bahan makanan yang kurang berkualitas atau buruk serta ada pengurangan menu makanan
(Ajie/Red)


0 Komentar