Breaking News

Gawat...! Ada Oknum Sales Roko Yang Diduga Mengatasnamakan Aparat Meras Pedagang Warungan Puluhan Juta Rupiah

KOMPAS BN,Hati -Hati dengan orang ini modus jadi sales roko yang tak bepelat bea cukai berujung pemerasan dengan kekerasan pada hari rabu,14/01/2026 yang lalu.

Seperti yang di alami U pedagang warungan kecil di kawasan kampung baru satu kelurahan muara Ciujung Timur kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak Banten,17/01/2026.

Kronologisnya dia di datangi oknum sales roko berinisial Dk pada hari Rabu 14 Januari 2026 membawa rokok sebanyak 10 karton dan menawarkan seharga 45 juta rupiah diduga dengan memaksa untuk segera membeli roko tersebut kepada U pedagang warungan sebagai korban.

"Saya awalnya tidak ada janji bahwa orang itu akan membawa dan menjual rokok ke saya ,tahunya saya sudah di bawain sebanyak 10 karton senilai 45 juta rupiah,barangnya sudah di turunkan di depan rumah saya,ungkap U kepada awak media.

Lanjutnya"saya kebingungan untuk bayar rokok tersebut karena banyak,kalau sebanyak itu saya tidak ada uang,akhirnya saya tidak mikir panjang karena desakan sales agak maksa ke saya harus bayar,dengan perasaan yang kurang menentu,
saya cari pinjaman ke teman untuk bayar roko tersebut , kebetulan teman saya ada dan permohonan saya dikabulkan sama teman saya, sesuai harga roko 45 juta rupiah dengan janji saya ke teman sya bayrnya akan saya cicil tegasnya.

"Akhirnya saya menyerahkan uang tersebut kepada sales tersebut sebesar 45 juta rupiah.

Tapi tak selang berapa lama kira- kira dua jam sales pergi dari rumah saya, saya di datangi lagi sama sales tersebut dan di temani seseorang yang asing dan saya tak kenal,dia langsung menodongkan pistol yang mengaku dari Polda , saya kaget maksudnya apa saya bukan kriminal pak jawab saya "kamu harus ikut kami katanya "

"Ciri-ciri orang tersebut  berambut kriting di ikat agak panjang.

"Roko yang di jual ke saya sama mereka di angkut lagi , jadi saya tambah heran dan bingung ,dia yang menjual dan memaksa saya tadi untuk bayar roko ke dia,malah dia juga sekarang yang ikut menangkap saya.

"Saya di paksa ikut tapi saya menolaknya

"Kebetulan di waktu itu ada anak saya terpaksa anak saya yang suruh ikut sama mereka ,entah kemana.

Berita ini kami lansir masih menggali informasi lebih lanjut dan akurat.
(Syam/Red)





0 Komentar

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - KOMPAS BANTEN