Breaking News

Edukasi

Penggunaan pasir laut untuk bangunan sangat tidak disarankan untuk struktur utama karena kandungan garamnya merusak besi tulangan dan beton, memperpendek umur bangunan, meski bisa dipakai untuk penimbunan atau plesteran dengan perlakuan khusus (dicuci bersih dan pakai campuran aditif anti-korosi) karena harganya murah dan mudah didapat, namun risikonya tinggi dan lebih baik gunakan pasir sungai atau pasir tambang yang lebih aman dan kuat.
Kelemahan utama pasir laut:
Kandungan Garam Tinggi: Menyebabkan korosi (karat) pada besi tulangan, melemahkan beton, dan mempercepat keretakan.
Butiran Halus: Kurang ideal untuk campuran beton struktural karena ikatan antar butiran tidak kuat, butiran cenderung membulat dan halus.
Umur Bangunan Pendek: Bangunan bisa lebih cepat rusak, umurnya mungkin hanya 25 tahun dibanding pasir sungai yang bisa 40 tahun, kecuali pakai aditif mahal.
Dampak Lingkungan: Pengambilan berlebih merusak ekosistem pesisir dan menyebabkan erosi.
Kapan bisa dipertimbangkan (dengan syarat):
Penimbunan (Reklamasi): Tidak masalah, tapi bangunan di atasnya butuh campuran beton khusus (aditif anti-sulfat/semen khusus).
Plesteran Dinding: Bisa dipakai jika pasir sungai langka, tapi harus dicuci bersih, dicampur dengan takaran pas, dan tidak untuk struktur.
Kesimpulan:
Untuk kekuatan, keamanan, dan ketahanan jangka panjang, hindari penggunaan pasir laut untuk struktur beton bertulang. Lebih baik cari pasir sungai berkualitas atau pasir tambang yang lebih seWdualsi

0 Komentar

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - KOMPAS BANTEN