PROGRAM PEMELIHARAAN IRIGASI TERSIER UPKK MUGI JAYA DI MALINGPING UTARA PERLU DIEVALUASI ULANG, SPEK DIPERTANYAKAN
LEBAK, BANTEN,_ Pemerintah Presiden Prabowo Subianto menggelontorkan anggaran tidak sedikit untuk peningkatan ketahanan pangan nasional. Salah satunya melalui program Pemeliharaan Irigasi Tersier yang dinilai sangat bagus untuk kesejahteraan petani.
Namun, pelaksanaan program di lapangan diduga tidak sejalan dengan tujuan mulia tersebut. Salah satunya pekerjaan Konstruksi Jaringan Irigasi Tersier di Desa Malingping Utara, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak yang dilaksanakan oleh UPKK MUGI JAYA dengan pagu anggaran Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah) bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Tujuan utama program irigasi tersier seperti P3-TGAI adalah melancarkan distribusi air ke petak sawah, mendukung ketahanan dan swasembada pangan, meningkatkan produktivitas panen, serta pemberdayaan masyarakat secara padat karya.
Berdasarkan petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) konstruksi jaringan irigasi tersier, standar spesifikasi teknis pasangan batu adalah:
- Kedalaman Pondasi: Minimal 20 cm ditanam dari permukaan tanah asli pada lapisan tanah keras/stabil
- Lebar Pondasi:30 cm s/d 40 cm
- Tebal Dinding: Minimal 20 cm
- Spesi Adukan:1:4 (Semen : Pasir bersih)
Jika kondisi tanah lembek atau lumpur, wajib ada perkuatan tambahan seperti cerucuk bambu agar tidak ambles.
TEMUAN DI LAPANGAN: PONDASI DIDUGA TIDAK DITANAM
Hasil investigasi awak media di lokasi, ditemukan kejanggalan. Pasangan batu belah hitam terlihat dipasang di atas permukaan tanah tanpa galian pondasi yang memadai. Batu hanya disusun berdiri dan bagian tengah diisi adukan, sehingga diduga melanggar SOP dan tidak sesuai spek.
Kondisi ini dikhawatirkan akan membuat bangunan mudah retak, miring, dan ambles saat dialiri air, sehingga merugikan petani dan menghamburkan uang negara.
KONFIRMASI KETUA KELOMPOK
Saat dikonfirmasi, Ketua Kelompok UPKK Mugi Jaya, KSM memberikan jawaban normatif.
"Nanti saya mau lapor dulu konsultannya apakah sesuai atau tidak," ujarnya.
Ia juga mengatakan, "Namanya juga manusia pak."
Sementara itu, saat tim mencoba konfirmasi ke lapangan, KSM menyebut Pak cek langsung ke Lapangan saja ,tutupnya.
DESAKAN: PIHAK TERKAIT TURUN
Masyarakat dan petani berharap pihak terkait, terutama Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Balai Besar Wilayah Sungai, dan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) segera turun ke lokasi untuk melakukan evaluasi ulang.
Pekerjaan harus berjalan sesuai Juklak-Juknis dan tidak mengurangi spek, agar tujuan ketahanan pangan Presiden Prabowo benar-benar dirasakan petani Malingping Utara.
Berita ini di tayangkan untuk keseimbangan berita redaksi menunggu hak jawab seluas -luasnya kepada pihak terkait sesuia UU Pers no 40 tahun 1999.
(Maman/Umang/Red)

0 Komentar