LEBAK- Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) skala permukiman di Desa Mekar Agung, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, terus menunjukkan progres positif.
Hingga awal Oktober 2026, capaian pekerjaan telah mencapai 30 persen dan dinilai sesuai dengan perencanaan teknis.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kelompok Pelaksana SPALD-T Desa Mekar Agung. Menurutnya, seluruh pekerjaan mengacu pada arahan gambar dari pengawas lapangan.
_"Pelaksanaannya baru 30 persen dan sesuai arahan gambar dari pengawas,"_ ucapnya kepada awak media.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh Pengawas TPM, Hasby, yang ditemui pada Selasa (6/10/26). Hasby menegaskan dirinya rutin melakukan kontrol harian di lokasi proyek untuk memastikan kualitas dan ketepatan pelaksanaan.
_"Saya setiap hari selalu mengontrol pelaksanaan program ini, tanpa kendala dan berjalan baik dan lancar sesuai tujuan,"_ tegas Hasby.
Sementara itu, Kepala Desa Mekar Agung, Madyasin, menyambut baik program sanitasi tersebut. Ia mengaku bersyukur desanya menjadi salah satu penerima manfaat program yang sangat dibutuhkan warga.
_"Kami sangat bersyukur desa saya yang mendapatkan program ini, masyarakat yang sangat membutuhkan sangat terbantu sekali,"_ tuturnya.
Sebagaimana diketahui, pembangunan SPALD-T dengan sistem IPAL Komunal bertujuan untuk mengumpulkan dan mengolah limbah domestik rumah tangga secara terpusat agar memenuhi baku mutu sebelum dibuang ke badan air.
Adapun manfaat utama program ini meliputi pengendalian pencemaran sungai dan air tanah, peningkatan sanitasi dan kesehatan lingkungan, efisiensi lahan dengan menggantikan septic tank individual, serta pengolahan limbah melalui proses anaerobik dan aerobik agar aman bagi ekosistem.
Dengan progres yang on track, Desa Mekar Agung diharapkan menjadi desa percontohan sanitasi layak dan bersih di wilayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak.
(Tim/Red)

0 Komentar