JAKARTA, 25 September 2026 – Fast Respon Indonesia Center (FRIC) menegaskan posisinya sebagai garda terdepan pengawal informasi nasional. Hal itu disampaikan usai perwakilan FRIC memenuhi undangan resmi Staf Khusus Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Pertemuan strategis tersebut membahas peran krusial insan pers daerah dalam menjaga kondusivitas ruang publik dan mendukung keberlanjutan pembangunan nasional di tengah gempuran berita bohong (hoax).
Ketua Umum FRIC, H. Dian Surahman, mengatakan undangan dari Istana adalah pengakuan negara terhadap kerja nyata jurnalis yang tergabung dalam FRIC di 34 provinsi.
"FRIC lahir dari semangat menjaga keutuhan NKRI. Kami tidak hanya menulis berita, kami memverifikasi, kami mendidik publik. Hari ini negara melihat itu. Kami siap berada di barisan terdepan untuk mengawal arah kebijakan pemerintah dan meminimalisasi disinformasi yang berpotensi memecah belah persatuan," ujar Dian usai pertemuan.
Menurut Dian, peran jurnalis daerah sangat vital. Di saat narasi provokatif mudah viral di media sosial, jurnalis FRIC di lapangan menjadi filter pertama yang memilah fakta dan meluruskan informasi yang merugikan kepentingan publik.
Dalam pertemuan tersebut, FRIC memaparkan tiga fokus kerja utama sebagai bentuk kontribusi nyata menuju Visi Indonesia Emas 2045:
1. Pengawalan Kebijakan Nasional
Mendukung dan mengawal implementasi program-program strategis Presiden agar tidak disalahartikan di daerah dan tepat sasaran di masyarakat.
2. Kemitraan Strategis Polri Presisi
Membantu menjaga reputasi dan integritas Institusi Polri sesuai prinsip PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) melalui pemberitaan yang berimbang dan berbasis fakta.
3. Pemberantasan Disinformasi
Melakukan upaya preventif dan korektif secara masif terhadap peredaran berita bohong dan provokasi yang mengancam ketenangan masyarakat.
Selain fokus eksternal, FRIC juga menegaskan komitmen internal untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan anggota secara bertahap dan berkelanjutan.
Melalui sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan insan pers, FRIC optimistis ekosistem informasi Indonesia akan semakin sehat, akurat, dan tepercaya.
"Dari daerah untuk Indonesia. Ini bukan sekadar organisasi media, ini adalah gerakan menjaga akal sehat bangsa," tutup Dian
(Putra/Red)

0 Komentar