Breaking News

GEREBEK SUBUH DI KAMPUNG BAHARI: Bos Narkoba 'Bos Gendut' Ditangkap, Sempat Perang Kembang Api Lawan Polisi!

JAKARTA UTARA - Kampung Bahari, Tanjung Priok yang terkenal sebagai sarang narkoba kembali diguncang operasi besar-besaran. Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN RI) dan Polda Metro Jaya menggerebek kawasan tersebut, Kamis (13/8/2026) subuh.

Hasilnya mengejutkan. Muhammad Ridwan alias Bos Gendut, buronan kakap yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dan disebut sebagai raja narkoba Kampung Bahari, berhasil diringkus di rumahnya.

Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol. Dr. Aswin Sipayung, S.I.K., M.H. menegaskan penangkapan ini adalah akhir dari pelarian panjang Bos Gendut.
"Tersangka MR alias Bos Gendut ini merupakan target lama yang melarikan diri sejak operasi Oktober 2025 lalu. Saat itu ia terkait kepemilikan 98 kilogram sabu, uang tunai miliaran rupiah, dan tujuh pucuk senjata api," ujar Aswin di lokasi.
Perang Kembang Api, Dibalas Gas Air Mata

Operasi yang diawali apel jam 05.30 WIB di Kantor BNNK Jakarta Utara ini tidak berjalan mulus. Saat petugas menyisir Jalan Bak Air dan Jalan Samudra untuk menggeledah rumah Bos Gendut dan dua bandar lain berinisial A alias Lopes dan Kimmul, massa simpatisan bandar mengamuk.

Mereka melemparkan kembang api ke arah petugas untuk merusak barikade pengamanan.

"Situasi sempat tegang karena ada penolakan dari sekelompok massa yang melemparkan kembang api ke arah petugas. Demi keselamatan personel, kami ambil tindakan tegas terukur dengan menembakkan gas air mata," jelas Aswin.

Setelah massa bubar, penggeledahan dilanjutkan.

Sita BMW, Xpander, dan Gudang Senjata

Selain Bos Gendut, 3 pengedar jaringannya juga diciduk. Di garasi dan rumah mereka, polisi menemukan gaya hidup mewah hasil narkoba: 1 unit BMW X1 putih, 1 Mitsubishi Xpander hitam, timbangan digital, HT, CCTV, dan ponsel pintar.

Yang paling mengejutkan, ditemukan gudang senjata siap pakai.

"Kami sita satu pucuk senpi, satu laras panjang, beserta 54 butir peluru tajam kaliber 9 mm dan 71 butir peluru karet. Ini bukti kelompok ini tidak hanya edarkan racun narkoba, tapi juga ancaman serius bagi keamanan masyarakat," pungkasnya.
(Putra/Red)

0 Komentar

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - KOMPAS BANTEN